Thursday, 26 May 2016

Sekolahku dulu


Dalam memori saya masih tersimpan peristiwa awal saya mau mendaftar di sekolah TK. saat sarapan pagi dirumah bersama orang tua dan saudara-saudara, ayah dan ibu berpesan agar saya sekolah yang benar, sekolah yang baik, taat pada aturan, hormat dan takdim pada guru, serta sayang pada teman-teman semua. Saat itu tahun 1991 usia saya sudah 4 tahun, Ayah mengantarkan saya ke sekolah TK Dharma Wanita di Desa Bajang Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan Jawa Timur.

Sesampainya di sekolah langsung bertemu dengan Kepala TK Ibu Sulha, yang masih saya ingat tutur ayah saya pada kepala TK yaitu " Ibu, Saya titipkan anak saya untuk sekolah disini. mohon dididik di ajar. jika anak saya salah, bandel, dan tidak bisa diatur sehingga melanggar Aturan yang ada PUKUL Saja. Kalau perlu patahkan betis kirinya. Ibu jangan takut dan jangan sungkan melakukan itu semua. Jika ternyata anak saya bandel nanti pulang ke rumah akan saya tampar dia. Jika karena kebadelannya Ibu sampai memukul dan bahkan sampai mematahkan betis kirinya nanti pulang sekolah akan saya tambahi betis kanannya yang akan saya patahkan".

Saya hanya terdiam dan mendengarkan semua yang ayah sampaikan pada guru dan yang disampaikan oleh guru pada ayah. Saya tidak ada rasa takut, tidak taruma dan tidak ada rasa malas untuk sekolah karena percapakapan ayah dan guru. Justru saya senang bersekolah karena dapat teman bermain yang banyak di sekolah, semakin banyak jenis permainan serta dapat Guru baru.

Dalam menjalani sekolah TK, saya diantar orang tua saat pertama kali masuk sekolah saja, selebihnya saya berangkat sendiri bareng dengan teman-teman. jarak dari rumah ke sekolah lumayan jauh sekitar 2 KM dan harus melewati hutan, semak-semak, sungai-sungai dan jalan setapak yang licin yang kanan kiri jalan itu penuh dengan pepohonan dan rumput gajah yang miangnya minta ampun jika mengenai kulit lengan kami. apalagi saat hujan turun jalannya sangat becek dan sangat tidak enak dilalui. kami berangkat sekolah jarang pakai sepatu, karena eman sepatunya takut rusak, biasanya memakai sandal jepit dan sering sekali berjalan tanpa alas kaki ke sekolah. maklumlah sekolah kami letaknya di desa yang sangat terpencil jauh dari keramaian kota. jarak dari kota ke desa kami sekitar 40 KM. 

Guru-guru sangat baik, sangat perhatian. penuh dengan kasih sayang.Selain mengajar dengan sangat baik, beliau juga mendidik kami dengan baik dan sangat tegas. misalnya saat kebetulan ada diantara kami ada yang kurang sopan dalam bertutur langsung saat itu ibu guru memarahi kami dan marahnya sangat menakutkan sehingga kami tidak berani lagi berkata yang tidak sopan. jika ada yang bandelnya kelewatan langsung telinga kami di jewer sampai merah dan bahkan di pukul dengan rotan. Hal itu sudah biasa bagi kami. Apapun masalah yang terjadi disekolah sepenuhnya tanggung jawab kami. Kami tidak melapor ke orang tua dan tidak ada rasa trauma untuk hal itu. esok harinya kami masuk lagi sekolah dan bearaktifitas seperti biasa.

Dulu di sekolah kami, guru mengadakan tabungan bagi kami. Tabungan itu di ambil dari uang jajan kami. tabungan itu diambil serauhnya dari uang saku yang diberikan orang tua. misanya uang saku Rp 50 maka tabungannya Rp 25. dan itu berlangsung tiap hari, jika kami membawa uang saku, akan tetapi kami lebih sering tidak membawa uang saku. kami biasa-biasa saja, tidak cengen dan nangis karena itu. orang tau kami pun biasa saja dan selalu mendukung apapun kebijakan yang ada disekolah selalu di dukung 1000% bukan hanya 100%. salah satu wujud dukungannya kami kadang diberi uang khusus untuk di tabung. Manfaat dari tabungan itu setelah akhir tahun pelajaran semua tabungan kami diberikan oleh guru kepada kami. betapa senangnya kami menerima hasil tabungan kami. saya masih ingat, total tabungan pertama kami sebanyak Rp 975. Alhamdulillah uang yang sangat banyak. dalam bayangan kami dengan uang itu dapat beli berbagai mainan saat itu. 

setelah 2 tahun sekolah TK, kami pun lulus dan melanjutkan sekolah SD di SDN Bajang 1 yang lokasinya masih satu lingkungan komplek dengan sekolah TK. 

Saat masuk sekolah SD, awal masuk sekolah diantar oleh ayah dan langsung ketemu kepala sekolah. seperti biasa apa yang disampaikan ayah pada waktu masuk TK disampaikan lagi saat masuk SD. ayah berkata " Saya titipkan anak saya untuk sekolah disini. mohon dididik di ajar. jika anak saya salah, bandel, dan tidak bisa diatur sehingga melanggar Aturan yang ada PUKUL Saja. Kalau perlu patahkan betis kirinya. Bapak jangan takut dan jangan sungkan melakukan itu semua. Jika ternyata anak saya bandel nanti pulang ke rumah akan saya tampar dia. Jika karena kebadelannya Bapak sampai memukul dan bahkan sampai mematahkan betis kirinya nanti pulang sekolah akan saya tambahi betis kanannya yang akan saya patahkan"

setiap hari berangkat sekolah bersama kakak dan mbakku. kebetulan kakak dan mbak  sekolah di SD. kakak yang saat itu duduk di bangku kelas 6 SD dan mbak duduk di bangku kelas 4 SD. 

Dalam keseharian disekolah, jika kami bandel ya diberi sanksi. biasanya sanksinya di jewer, dicubit dada, di tarik hidung dan bahkan di tampar beberapa kali sampai bibir keluar darah jika bandelnya sudah kebangetan. misal Saat bel pelajaran berbunyi dan kami masih bermain di halaman sekolah, sudah dipastikan kedua kuping kami memerah karena pelanggaran yang kami lakukan. Kami ya biasa saja, tidak menangis, tidak lapor orang tua. esokan harinya kami masuk sekolah seperti biasa, tidak ada rasa trauma dan kami jalani hari-hari yang biasa saja. Kami tidak berani lagi melanggar peraturan dan kedisiplina  itu. kami tidak bernai lagi bermain di halaman ketika bel sudah berbunyi dan menunjukkan masuk kelas.

Sekarang saya sudah berusia sekita 29 tahun dan merasakan manfaat dari pendidikan kami sejak kecil. Terimakasih bapak, ibu, kakak, mbak dan bapak ibu guru sudah mendidik kami dengan benar, sehingga kami bisa membedakan kebenaran dan kebatilan. kita bisa mengamalkan kebenaran yang bapak ibu ajarkan pada kami. dan menghindari melakukan kesalahan dalam menjalani hidup ini. tegar menghadapi maslah hidup, tidak cepat putus asa. jasamu tiada tara. semoga ilmu yang diajarkan menjadi ilmu yang bermanfaat dan barokah. semoga Allah SWT membalas jasa-jasa beliau dengan balasan yang terbaik di dunia dan akhirat. aamiin

kimia smaypk

Author & Editor

Blog kimiasmaypk ini dibuat oleh Pak Bahri untuk kegiatan pembelajaran kimia dan lainnya. Blog ini berisi informasi, materi pelajaran, tes online, latihan soal dan lainnya. Semoga bermanfaat.