Wednesday, 1 June 2016

Syarat-syarat Berpuasa Ramadhan



Salah satu kewajiban bagi setiap muslim adalah menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan selama satu bulan penuh yaitu pada Bulan Ramadhan. Puasa Ramadhan mulai diwajibkan sejak tahun ke 2 Hijriah (Atjeh,Aboebakar. 1977. Ilmu fikih islam dalam lima madzhab. Jakarta: Islamic Research Institute) . 

Sebaiknya sebelum berpuasa, kita mengetahui hal-hal apa saja yang berhubungan dengan puasa agar puasa kita maksimal. Hal-hal yang berhubungan dengan puasa diantaranya, syarat sah dan wajib, rukun, sunah-sunah dan hal-hal yang membatalkan puasa.

Syarat sah dan syarat wajib puasa diantaranya:
1. Beragama Islam
kewajiban menjalankan ibadah puasa hukumnya adalah fardhu ain, yaitu kewajiban yang harus dilakukan bagi tiap-tiap umat Islam diseluruh dunia. Hal ini sesuai dengan Firman Allah dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183-185. yang artinya:

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur"  (QS. Al-Baqarah: 183-185)

selain dalam Al-Qur'an, terdapat beberapa hadis Nabi Muhammad SAW antara lain yang artinya:
"Islam adalah bahwa engkau bersaksi bahwa tiada yang berhak disembah kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah, engkau menegaggak shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa Ramadhan, serta berhaji ke rumah (Allah) bila engkau sanggup menempuh jalan untuk itu." (HR. Muslim)

2. Baligh
Baligh dan berakal sehat yaitu cukup umur atau berusia dewasa. Awal usia baligh bagi lelaki dan wanita biasanya berbeda. Biasanya wanita jauh lebih cepat baligh jika dibanding lelaki. Indikator bagi wanita yang sudah baligh yaitu berusia 9 tahun atau sudah haid. mana yang dicapai terlebih dahulu menujukkan wanita sudah baligh. Hal ini sesuai dengan hadist Nabi Muhammad SAW yang artinya:

"jika anak gadi telah mencapai umut 9 tahun, maka ia termasuk perempuan (memasuki umur baligh)" (HR. At-Tirmidzi)

Salah satu indikator lelaki sudah mencapai usia baligh yaitu seorang lelaki kelaur mani baik melalui bermimpi basah atau lainnya. Lelaki yang keluar mani wajib mandi besar untuk menghilangkan hadas basar pada dirinya. Indikator yang lain lelaki sudah berusia 15 tahun. Indikator yang dicapai terlebih dahulu antara mimpi basah atau usia 15 sudah menunjukkan lelaki tersebut sudah baligh dan wajib berpuasa sebulan penuh pada Bulan Ramadhan dan wajib melakukan kewajiban lainnya. hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang artinya:

"Rasulullan Shallallahu 'alaihi wasallam menunjukku untuk ikut serta dalam perang uhud, yang ketika itu usiaku 14 tahun. namun beliau tidak memperbolehkan aku. Dan kemudian menunjukku kembali dalam perang Khandaq, yang ketika itu usiaku telah mencapai 15 tahun. Belaiu pun memperbolehkanku " NAfi' (perowi hadis ini) berkata: "Aku menghadap Umar bin Abdul Aziz pada saat itu beliau menjabat sebagai kholifa, lalu aku menceritakan hadis ini lalu beliau (Umare bin Abdul Aziz) berkata: "sesungguhnya ini adalah batas antara orang yang masih kecil dan sudah dewasa" (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Berakal sehat
Berakal sehat dapat diartikan tidak gila. Orang Islam yang sudah balik namun tidak berakal sehat tidak wajib berpuasa. Orang yang sedang gila tidak dikenai hukum syara'. Bebas dari kewajiban dalam beragama. Begitu pula dalam Puasa, tidak sah dan tidak wajib berpuasa orang yang sedang gila. Akan tetapi jika orang itu sudah sembuh dari gila, maka orang itu dikenai hukum syara' dalam beragama.

4. Tidak mempunyai keudzuran dalam menjalankan puasa.

Udzur dalam artian boleh tidak berpuasa pada bulan Ramadhan dan wajib menggantinya pada bulan yang lain sebanyak hari yang ditinggalkan.  Ada beberapa kriteria Udzur dalam menjalankan puasa. diantaranya:

a. Sakit.
Sesuai QS. Al-baqarah ayat 183-185 seperti telah disebutkan diatas, maka orang yang sakit yang sakitnya sudah parah tidak wajib baginya berpuasa pada Bulan Ramadhan. Ditakutkan jika orang itu tetap berpuasa saat sakit, sakitnya tambah parah. Ketika orang itu sudah sembuh maka wajib baginya menggoda puasa Ramadhan pada bulan-bulan selain selain bulan Ramadhan sebanyak puasa yang ditinggalkan.

b. Musafir
Musafir dapat diartikan orang yang sedang dalam perjalanan yang jauh. Jarak perjalanan seseorang dapat dikatakan musafir yaitu jarak dibolehkannya menggoshor shalat. Hal ini sesuai dengan hadist Nabi Muhammad SAW yang artinya:  "Dari Ibnu Abbas berkata, Rasulullah SAW Bersabda: " Wahai penduduk mekkah janganlah kalian menggasar shalat kurang dari 4 burd dari mekkah ke Asfaan." (HR. At-Tabrani, Ad-Daruqutni)
jika ditranformasikan ke dalam jarak km, 4 burg atau 16 farsakh. 1 farsakh = 5541 meter, sehingga jarak 16 farsak = 88,656 km

c. Perempuan sedang haid, nifas, menyusui, sedang memasuki masa-masa persalinan

d. Orang lanjut usia, baik laki2 atau perempuan, yang kesukaran tidak sanggup berpuasa, dibolehkan berbuka, dengan memberikan fidyah saban hari memberi makan orang miskin, begitu juga orang yang sakit yang tidak diharapkan lagi dapat sembuh kembali selama setahun.

(mohon maaf jika ada kesalahan)

kimia smaypk

Author & Editor

Blog kimiasmaypk ini dibuat oleh Pak Bahri untuk kegiatan pembelajaran kimia dan lainnya. Blog ini berisi informasi, materi pelajaran, tes online, latihan soal dan lainnya. Semoga bermanfaat.