Suhu lingkungan naik akibat pembakaran

Oleh: Haura Nafisah Ramadhania, XI IPA 3

Senyawa hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang terdiri dari unsur karbon dan unsur hidrogen. Senyawa hidrokarbon inilah yang menyusun bahan bakar fosil seperti gas alam, batu bara, dan minyak bumi.


Sebagaimana yang kita tahu, bahwa gas alam dan minyak bumi termasuk sumber bahan bakar yang primer dalam kehidupan manusia. Tetapi, di balik manfaat senyawa hidrokarbon bagi kehidupan manusia, senyawa ini juga bisa membuat dampak yang sangat merugikan bagi lingkungan kita.

Jika minyak bumi dan gas alam dibakar, gas karbon dioksida yang menyerap panas akan keluar dan dapat mengakibatkan meningkatnya suhu atmosfer bumi dan perubahan iklim. Dampaknya akan terlihat dari perubahan cuaca yang tidak menentu, kekeringan, bahkan bencana alam.

Kabut asap juga merupakan dampak dari pembakaran senyawa minyak bumi dan gas alam. Kabut asap terjadi dari asap pabrik dan kendaraan bermotor yang menyatu dengan uap air sehingga menimbulkan kabut yang pekat. Kabut asap berbahaya karena dapat mengakibatkan gangguan saluran pernafasan, radang, asma, hingga kanker.

Dari asap pembakaran minyak bumi dan gas alam juga dapat menghasilkan nitrogen oksida (NO2) dan sulfur diosika (SO2). Jika dua senyawa ini naik ke permukaan atmosfer dan bereaksi dengan uap air, reaksi ini akan mengakibatkan terbentuknya asam nitrat dan asam sulfida di awan yang dapat menyebabkan hujan asam. Hujan asam berbahaya karena mengkibatkan korosi atau pengkaratan pada logam. Kerusakan tanah dan kematian pada tumbuhan pun juga termasuk dampak dari hujan asam.

Post a Comment

Previous Post Next Post